Kejar Lailatul Qadar, Perbanyak Ibadah di Penghujung Ramadan
SINJAI – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Jami Nailul Ma'ram saat kajian Ramadan malam ke-23 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah digelar, Rabu (11/3/2026) malam, setelah salat Isya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Kaharuddin Nawir mengingatkan jamaah tentang pentingnya memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid.
Ia menjelaskan bahwa amalan tersebut merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, i’tikaf menjadi momentum bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memutus sementara berbagai kesibukan dan urusan duniawi.
“I’tikaf adalah usaha kita untuk fokus beribadah dan berhubungan dengan Allah SWT, meninggalkan sejenak aktivitas dunia agar hati lebih khusyuk dalam beribadah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang penuh kemuliaan, yakni malam Lailatul Qadar.
Malam tersebut diyakini memiliki keutamaan yang lebih baik daripada seribu bulan.
Karena itu, ia mengajak jamaah masjid untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan memperbanyak istigfar, zikir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
“Di sepuluh malam terakhir ini kita berharap bisa meraih malam Lailatul Qadar. Maka perbanyaklah istigfar, zikir, dan doa memohon ampun kepada Allah SWT,” pesannya.
Kajian Ramadan yang rutin digelar di Masjid Jami Nailul Ma'ram ini dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.
Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
Diterbitkan Oleh