Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 29 Mei 2026 58 Kali Dibaca

Khutbah Jumat : KH. Aqib Kupas Dahsyatnya Peran Ibu

Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Jami Nailul Maram saat Dewan Muzakaroh DPP Hidayatullah Pusat, Ustadz KH Aqib Junaid Kahar, MA menyampaikan khutbah Jumat, (29/5/2026).

 

Dalam khutbahnya, ia mengupas dua kisah besar para nabi yang mengguncang hati jemaah sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua dalam mendidik anak.

 

Dengan gaya penyampaian yang menyentuh dan penuh penekanan, KH Aqib mengajak jemaah merenungkan kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

 

Menurutnya, perintah yang sangat berat itu justru diterima dengan penuh keikhlasan oleh Nabi Ismail dan juga Sitti Hajar sebagai seorang ibu. Ketiganya menunjukkan ketundukan total terhadap perintah Allah SWT.

 

“Kalau dibayangkan di zaman sekarang, adakah orang tua yang rela menghadapi ujian seperti itu? Tentu sangat berat. Namun di situlah letak keimanan dan pengorbanan sejati,” ungkapnya dalam khutbah.

 

Tak hanya itu, KH Aqib juga mengangkat kisah Nabi Nuh AS dan putranya Kan’an yang memilih membangkang serta menolak ajakan beriman hingga akhirnya tenggelam bersama kaum kafir saat banjir besar melanda. Ia juga menyinggung istri Nabi Nuh yang disebut membangkang dan tetap menjadi penyembah berhala.

 

Dari dua peristiwa besar tersebut, KH Aqib menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk karakter dan keimanan anak.

 

“Anak yang baik lahir dari proses pendidikan yang baik dalam keluarga, terutama dari ibunya,” tegasnya.

 

Ia pun mengingatkan para pemuda dan laki-laki yang belum menikah agar berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.

 

Menurutnya, kecantikan, kecerdasan, maupun harta tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kualitas agama yang baik.

 

“Tidak ada larangan mencari istri cantik, cerdas atau kaya. Tetapi itu bisa menjadi bumerang jika agamanya tidak baik,” pesannya.

 

Sementara bagi para suami dan ayah, KH Aqib mengingatkan pentingnya membina istri dengan pendidikan agama yang benar agar mampu melahirkan generasi berkualitas.

 

“Jangan berharap anak lahir menjadi pribadi hebat jika ibunya tidak mampu mendidik dengan baik,” tambahnya.

 

Khutbah tersebut ditutup dengan pengingat dari Alquran Surah At-Tahrim ayat 6 yang menyerukan agar setiap muslim menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

 

Pesan mendalam itu membuat banyak jemaah larut dalam perenungan tentang pentingnya membangun keluarga yang kokoh di atas nilai-nilai agama. (AaN)

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram