Daftar Nama-nama Peserta Qurban Kelompok 1: H. Muh. Sadar, Hj. Nikma, Nasrullah, Ratnawati, Rustan, Niar, Nurlaela | Kelompok 2: Djubirusman Madya, Sanusi Madya Mrzz, Muh. Arsyad Madya, H. Basri Nurdin, Muh. Ishak Nurdin, Abd. Rasid, Tarmadi | Kelompok 3: Zulfadli B, Haliq Abdul Wahid BM, Nurtina, Sribulan, Muhammad Idris, Baharuddin, Hj. Farida | Kelompok 4: Rosmawati Madya, H. Akbar, Affzaturrahman Akbar, Ilham Cokro, Muhdar, Syamsul Bahri, H. Safri | Kelompok 5: H. Mappaselle, Muh. Amir, Hj. Maswiah, Sultan, Ratna HB, Abd. Muzakkir, Hj. Rohani | Kelompok 6: Muh. Anis, Sudirman, Hj. Syamsiah Junaid, Muh. Arif, Nur Akhmad, H. Muh. Amir Siri, Munandar Muhti | Kelompok 7: Maksum, Abd. Samad, Sukman, Fauziah Husain, Muh. Rezky Sakti Hidayat, Sabri Hidayat, Ambo Tang Rauf | Kelompok 8: Munawirul Alma, Ridwan H. Junaid, Mustamin Bin Poto, Rahmatia H. P, Mappiare DG Maloga, Mustakim, Alimuddin Tahir | Kelompok 9: Syamsuddin Daud, Hj. Farida, Amiluddin, H. Amiruddin Akil, Jamaluddin H. Kunnu, Hj. Harsa, Hj. Andi Nurmiah Tenro | Kelompok 10: H. Badris Salam, Mustakim, Muhammad Alwi, Imam Nursani, SE, Agung Ayu Gitah, S.Farm | Daftar Nama-nama Peserta Qurban Kelompok 1: H. Muh. Sadar, Hj. Nikma, Nasrullah, Ratnawati, Rustan, Niar, Nurlaela | Kelompok 2: Djubirusman Madya, Sanusi Madya Mrzz, Muh. Arsyad Madya, H. Basri Nurdin, Muh. Ishak Nurdin, Abd. Rasid, Tarmadi | Kelompok 3: Zulfadli B, Haliq Abdul Wahid BM, Nurtina, Sribulan, Muhammad Idris, Baharuddin, Hj. Farida | Kelompok 4: Rosmawati Madya, H. Akbar, Affzaturrahman Akbar, Ilham Cokro, Muhdar, Syamsul Bahri, H. Safri | Kelompok 5: H. Mappaselle, Muh. Amir, Hj. Maswiah, Sultan, Ratna HB, Abd. Muzakkir, Hj. Rohani | Kelompok 6: Muh. Anis, Sudirman, Hj. Syamsiah Junaid, Muh. Arif, Nur Akhmad, H. Muh. Amir Siri, Munandar Muhti | Kelompok 7: Maksum, Abd. Samad, Sukman, Fauziah Husain, Muh. Rezky Sakti Hidayat, Sabri Hidayat, Ambo Tang Rauf | Kelompok 8: Munawirul Alma, Ridwan H. Junaid, Mustamin Bin Poto, Rahmatia H. P, Mappiare DG Maloga, Mustakim, Alimuddin Tahir | Kelompok 9: Syamsuddin Daud, Hj. Farida, Amiluddin, H. Amiruddin Akil, Jamaluddin H. Kunnu, Hj. Harsa, Hj. Andi Nurmiah Tenro | Kelompok 10: H. Badris Salam, Mustakim, Muhammad Alwi, Imam Nursani, SE, Agung Ayu Gitah, S.Farm |
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 27 Maret 2026 41 Kali Dibaca

Khutbah Jumat : Jaga Takwa, Hadirkan Rasa Diawasi Allah

SINJAI, Masjid Jami Nailul Maram kembali dipenuhi jamaah dalam pelaksanaan salat Jumat, (27/3/2026). Pada kesempatan tersebut, Ustadz Musliyadi menyampaikan khutbah yang sarat makna, mengajak umat Islam untuk tetap menjaga semangat Ramadan dan meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Musliyadi menekankan pentingnya menghadirkan perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. 

 

Menurutnya, kesadaran ini menjadi kunci utama agar nilai-nilai kebaikan yang dibangun selama Ramadan tidak luntur setelah bulan suci berlalu.

 

Ia menjelaskan bahwa rasa diawasi oleh Allah terbagi dalam dua kondisi, yakni saat menjalankan ketaatan dan ketika muncul keinginan untuk melakukan kemaksiatan.

 

Dengan menghadirkan kesadaran tersebut, seseorang akan lebih istiqamah dalam beribadah sekaligus mampu menahan diri dari perbuatan yang dilarang.

 

“Tanamkan dalam diri kita bahwa kita menyembah Allah seakan-akan kita melihat-Nya. Jika kita tidak mampu melihat-Nya, maka yakinlah bahwa setiap perbuatan kita selalu diawasi dan dilihat oleh Allah SWT,” ungkapnya di hadapan jamaah.

 

Lebih lanjut, Ustadz Musliyadi mengisahkan nasihat bijak Lukmanul Hakim kepada generasinya. Dalam kisah tersebut, Lukmanul Hakim pernah berpesan bahwa jika seseorang tidak mampu menahan diri dari perbuatan maksiat, maka carilah tempat yang tidak dapat dilihat oleh Allah dan malaikat. 

 

Pesan ini, menurutnya, mengandung makna mendalam bahwa tidak ada satu pun tempat yang luput dari pengawasan Allah.

 

Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk senantiasa menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT selalu melihat dan mengawasi setiap tindakan manusia, baik yang tampak maupun tersembunyi.

 

Di akhir khutbahnya, Ustadz Musliyadi juga mengajak jamaah untuk melanjutkan amalan setelah Ramadan dengan menunaikan puasa Syawal selama enam hari. Ia menyebutkan bahwa keutamaan puasa tersebut setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

 

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram