Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 24 April 2026 63 Kali Dibaca

Khutbah Menggetarkan: Jalan Panjang Menuju Akhirat

SINJAI, Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Jumat (24/4/2026), saat khatib Ustadz Munawwirrul Arma Arif mengingatkan jamaah tentang dahsyatnya rangkaian peristiwa Hari Kiamat dari kehancuran alam semesta hingga penentuan akhir manusia di hadapan Allah SWT.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Munawwirrul Arma yang juga selaku  Ketua Majelis Da'i Muda Sinjai ini menegaskan bahwa mempercayai Hari Kiamat merupakan bagian dari rukun iman kelima yang wajib diyakini setiap Muslim.

 

Ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar meyakini, tetapi juga menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbaiki diri selama hidup di dunia.

 

Khatib menjelaskan, peristiwa Hari Kiamat diawali dengan tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil yang menandai kehancuran total alam semesta dan kematian seluruh makhluk hidup.

 

Setelah itu, seluruh manusia akan dibangkitkan kembali dalam keadaan telanjang dan tanpa khitan.

 

“Di hari kebangkitan, ada manusia yang dibangkitkan dalam kondisi sempurna sebagai tanda menuju surga, dan ada pula yang dalam keadaan cacat sebagai tanda menuju neraka,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, manusia akan digiring menuju Yaumul Mahsyar, yakni hari berkumpul di padang yang luas untuk menanti pengadilan Allah SWT.

 

Pada fase berikutnya, Yaumul Hisab dan Mizan, seluruh amal manusia akan dibuka, dihitung, dan ditimbang tanpa ada satu pun yang terlewat, sekecil apa pun perbuatan itu.

 

Perjalanan berlanjut ke Yaumul Shirath, di mana setiap manusia harus melewati jembatan di atas neraka. Kecepatan melintasi jembatan tersebut, kata khatib, sangat bergantung pada amal ibadah selama di dunia.

 

Tahap terakhir adalah Yaumul Jaza’, yakni hari pembalasan, di mana setiap manusia akan menerima balasan yang setimpal ditempatkan di surga atau neraka sesuai amalnya.

 

Menutup khutbahnya, Ustadz Munawwirrul mengajak jamaah untuk senantiasa bermuhasabah dan memperbaiki diri sebelum datang hari yang penuh penyesalan.

 

“Jangan sampai kita menyesal di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang selamat, diberi cahaya saat meniti shirath, dan dikumpulkan bersama Nabi Muhammad ? di surga-Nya yang abadi,"tutupnya.

 

Khutbah ini menjadi pengingat kuat bagi jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal akhirat sejak dini, dengan meningkatkan iman, amal, dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. (AaN)
 

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram