Majelis Taklim Nailul Maram Hadir, Harapan Korban Kebakaran Kembali Menyala
SINJAI — Duka yang menyelimuti korban kebakaran di Lingkungan Tappe’e, Kelurahan Lappa, perlahan berubah menjadi haru. Sabtu (18/4/2026), Majelis Taklim Jami Nailul Maram hadir membawa secercah harapan dengan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak musibah.
Kehadiran rombongan Majelis Taklim disambut penuh rasa syukur oleh para korban. Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kesedihan tampak mulai merekah, merasakan kepedulian nyata dari sesama.
Ketua Pengurus Masjid Jami Nailul Maram, Muzawwir, menyampaikan bahwa pihaknya turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di kawasan tersebut. Duka yang dirasakan para korban juga menjadi duka bersama bagi seluruh jamaah.
“Kami segenap pengurus dan jamaah Masjid Jami Nailul Maram sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Lingkungan Tappe’e,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Majelis Taklim Nailul Maram kemudian berinisiatif mengumpulkan donasi dari masyarakat secara sukarela. Bantuan yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada para korban kebakaran untuk membantu meringankan beban mereka.
Salah seorang Pengurus Majelis Taklim Jami Nailul Maram, Hj. Syamsiah Junaid, S.Pd mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi masyarakat yang dihimpun secara gotong royong.
Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai, sembako, makanan siap saji, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami bersama. Bantuan ini berasal dari masyarakat yang ingin berbagi dengan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi penguat di tengah cobaan yang dihadapi.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit mengurangi rasa duka yang dirasakan, serta memotivasi lebih banyak pihak untuk saling berbagi dan peduli,” tambahnya.
Diketahui, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Api dengan cepat melahap sedikitnya empat rumah warga masing-masing milik Arman (43), Abd Kadir (49), Lina (35), dan Nunu (21).
Selain menghanguskan bangunan, kebakaran juga meludeskan sejumlah harta benda berharga milik korban, termasuk emas sekitar 35 gram. Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Saat ini, para korban masih membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk dapat kembali bangkit dan memulai kehidupan baru. Solidaritas dan kepedulian sosial diharapkan terus mengalir, menjadi kekuatan bagi mereka yang tengah diuji musibah. (AaN)
Diterbitkan Oleh