Malam ke-28 Ramadan, Jamaah Diajak Santuni Anak Yatim
SINJAI, Suasana malam ke-28 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Jami Nailul Ma’ram, Kelurahan Lappa, dipenuhi jamaah yang mengikuti kajian keagamaan usai salat Isya, Senin (16/3/2026).
Dalam ceramahnya, Ustaz Andi Jumadil mengangkat tema tentang keutamaan menyantuni anak yatim serta pentingnya menjaga diri dari perbuatan dosa.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Andi Jumadil mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, terutama yang berada di lingkungan sekitar.
Menurutnya, menyantuni anak yatim merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya memberikan bantuan materi, perhatian dan kasih sayang kepada mereka juga memiliki nilai pahala yang besar.
“Kalau kita memiliki rezeki, bantulah anak yatim dan fakir miskin. Namun jika tidak memiliki harta untuk diberikan, maka setidaknya kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan mengusap kepala mereka,” pesannya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa perhatian kecil sekalipun kepada anak yatim memiliki makna yang sangat besar, sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial yang dapat memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Andi Jumadil juga mengapresiasi Gerakan Infaq Beras PASKAS Sinjai yang telah berjalan di Masjid Jami Nailul Ma’ram.
Program tersebut diketahui telah berlangsung kurang lebih lima tahun dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, gerakan tersebut menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang patut dipertahankan dan terus dilanjutkan.
“Saya sangat mengapresiasi Gerakan Infaq Beras PASKAS Sinjai yang sudah berjalan sekitar lima tahun di masjid ini. Semoga tetap istiqomah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kajian Ramadan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan keagamaan yang rutin digelar di Masjid Jami Nailul Ma’ram selama bulan suci, sebagai upaya memperkuat pemahaman agama serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah jamaah.
Diterbitkan Oleh