Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Simpan semua kenangan istimewa yang tak terlupakan untuk kehidupan yang akan datang.❤️ Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Simpan semua kenangan istimewa yang tak terlupakan untuk kehidupan yang akan datang.❤️
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 26 Juni 2026 16 Kali Dibaca

Tiga Amalan Ini Jadi Penyelamat di Yaumul Mizan

Renungan tentang bekal menuju kehidupan akhirat menggema dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Jumat (26/6/2026).

 

Pimpinan Hidayatullah Takalar, Ustadz Bachtiar Aras, mengajak jemaah mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan amal dengan memperbanyak amalan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Bachtiar mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi rangkaian peristiwa di hari kiamat, di antaranya Yaumul Hisab atau hari perhitungan amal serta Yaumul Mizan, yakni hari ketika seluruh amal perbuatan manusia ditimbang.

 

Ia menjelaskan, orang yang timbangan amal kebaikannya lebih berat akan memperoleh keberuntungan besar berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya, mereka yang amal baiknya lebih ringan akan menghadapi balasan berupa azab neraka.

 

Untuk itu, ia mengajak umat Islam merenungi tiga amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Meski ringan dikerjakan, ketiganya memiliki bobot pahala yang sangat besar di akhirat.

Amalan pertama adalah memiliki akhlak mulia.

 

Menurutnya, akhlak yang baik bukan hanya tercermin dalam hubungan antarsesama manusia, tetapi juga dalam hubungan dengan Allah SWT melalui tauhid yang lurus dan keimanan yang kokoh.

 

"Kunci akhlak yang baik adalah memperbaiki tauhid kepada Allah SWT," pesannya.

 

Amalan kedua adalah memperbanyak zikir. Ia mengajak jemaah untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap kesempatan karena zikir menjadi salah satu amalan yang sangat berat timbangannya di akhirat.

 

Sementara amalan ketiga adalah mengurus jenazah, mulai dari ikut menyalatkan hingga mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. 

 

Menurutnya, orang yang melaksanakan amalan tersebut akan memperoleh dua pahala qirath, yaitu pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT, bahkan diibaratkan sebesar Gunung Uhud.

 

Melalui khutbah tersebut, Ustadz Bachtiar mengajak seluruh jemaah untuk tidak meremehkan amalan-amalan sederhana, sebab keikhlasan dalam menjalankannya dapat menjadi bekal yang memberatkan timbangan kebaikan saat menghadap Allah SWT kelak. (AaN)

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram