Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 13 Maret 2026 77 Kali Dibaca

Tiga Golongan Manusia Saat Berhadapan dengan Al-Qur’an

SINJAI, Kajian agama usai salat subuh di Masjid Jami Nailul Ma’ram, Jumat (13/3/2026), berlangsung khidmat. Dalam ceramahnya, Ustaz Dr. H. Syamsuddin mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dengan menjelaskan tiga golongan manusia dalam menyikapi kitab suci umat Islam tersebut.

 

Dalam tausyiahnya, Ustaz Syamsuddin menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki sikap yang berbeda terhadap Al-Qur’an. Perbedaan sikap tersebut, menurutnya, dapat dibagi menjadi tiga golongan utama.

 

Golongan pertama adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kelompok ini tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Golongan ini adalah orang-orang yang beruntung karena menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam setiap langkah hidupnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

 

Golongan kedua adalah mereka yang membaca Al-Qur’an, namun belum sepenuhnya memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

 

Meski demikian, menurutnya, membaca Al-Qur’an tetap merupakan amalan yang memiliki pahala besar.

 

Sementara golongan ketiga adalah mereka yang menjauh dari Al-Qur’an, baik tidak membacanya maupun tidak menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.

 

Ia mengingatkan bahwa sikap menjauh dari Al-Qur’an dapat membuat seseorang kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Syamsuddin juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan memperbanyak membaca, memahami, maupun mengamalkannya.

 

“Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Mari kita jadikan bulan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an,” pesannya.

 

Kajian subuh tersebut diikuti oleh sejumlah jamaah yang tampak khusyuk menyimak tausyiah hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan di Masjid Jami Nailul Ma’ram selama bulan suci Ramadan.

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram