Ustaz Rahmatullah: Sunnah Rasul Penyempurna Amal
SINJAI, Pelaksanaan salat tarawih pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Jami Nailul Ma’ram, Jumat (13/3/2026), berlangsung khidmat.
Sebelum salat tarawih berjamaah, jamaah terlebih dahulu mengikuti tausyiah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Puce’e, Ustaz Rahmatullah Khalid, yang mengangkat tema tentang tercelanya orang-orang yang berpaling dari sunnah Rasulullah SAW.
Dalam ceramahnya, Ustaz Rahmatullah Khalid mengingatkan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan puncak dari bulan suci yang penuh berkah.
Pada fase ini, Allah SWT melimpahkan kasih sayang, ampunan, dan rahmat-Nya kepada umat Islam yang bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah.
Ia juga menekankan bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadan terdapat malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Di sepuluh malam terakhir Ramadan ini Allah menyiapkan rahmat, ampunan, dan keberkahan yang sangat besar, bahkan ada bonus luar biasa berupa malam Lailatul Qadar,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan oleh umat Islam untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, serta memohon rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Selain itu, ia juga menyoroti salah satu kelalaian yang sering terjadi di kalangan umat Islam, yakni kurangnya perhatian terhadap sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
Ustaz Rahmatullah menjelaskan bahwa amalan sunnah memang tidak berdosa jika ditinggalkan, namun memiliki peran penting sebagai penyempurna amalan wajib yang dilakukan oleh seorang Muslim.
“Sering kali kita menganggap sunnah itu tidak terlalu penting karena jika tidak dikerjakan tidak berdosa. Padahal sunnah Rasulullah merupakan pendukung dan penyempurna amalan kita,” jelasnya.
Ia mencontohkan salah satu sunnah yang memiliki keutamaan besar, yakni salat rawatib yang berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam salat wajib.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jamaah untuk menumbuhkan kecintaan kepada sunnah Rasulullah dengan cara mempelajari, mengamalkan, serta menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Jika kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW, insya Allah kita akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Karena itu mari kita perbaiki diri, menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah dan berusaha mengamalkan sunnah-sunnahnya,” pesannya.
Tausyiah tersebut disimak dengan khusyuk oleh para jamaah yang memadati Masjid Jami Nailul Ma’ram sebelum kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah.
Diterbitkan Oleh