Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 05 Mei 2026 64 Kali Dibaca

Kajian Subuh : Makna Besar di Balik Ibadah Kurban

LAPPA, Usai pelaksanaan salat subuh berjamaah di Masjid Jami Nailul Maram, Selasa (5/5/2026), jamaah mengikuti kajian subuh yang sarat makna. Tausiah tersebut dibawakan oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Lappae, Kecamatan Tellulimpoe, Muhammad Nasir.

 

Dalam ceramahnya, ia mengupas hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan ibadah kurban, sekaligus menegaskan urgensinya dalam kehidupan umat Islam.

 

Ia menjelaskan bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan, namun memiliki manfaat yang luar biasa, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

 

“Dalam ibadah kurban, yang menjadi tolok ukur utama bukanlah besar kecilnya nominal atau ukuran hewan, melainkan niat, keikhlasan, dan ketakwaan seseorang dalam menjalankan perintah Allah SWT,” ujarnya.

 

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa bukan darah atau daging hewan kurban yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan jamaah agar selektif dalam memilih hewan kurban. Menurutnya, yang utama bukan mencari hewan yang paling murah atau kurus, melainkan yang terbaik dan layak.

 

“Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, hewan kurban yang utama adalah yang gemuk, sehat, dan memenuhi syarat syariat,” jelasnya.

 

Adapun syarat hewan kurban, di antaranya sapi minimal berumur dua tahun dan kambing minimal satu tahun, serta dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

 

Selain itu, pembagian daging kurban juga menjadi perhatian penting. Ia menjelaskan bahwa daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi fakir miskin, tetapi dibagi menjadi tiga bagian, yakni sepertiga untuk pekurban, sepertiga untuk fakir miskin, dan sepertiga untuk kerabat atau tetangga, termasuk yang mampu.

 

“Daging kurban boleh dibagikan kepada kerabat, teman, atau tetangga sekitar, meskipun mereka tergolong mampu. Ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan,” terangnya.

 

Namun demikian, ia menambahkan bahwa untuk kurban nazar, orang yang berkurban beserta keluarganya tidak diperbolehkan memakan daging tersebut. Seluruh daging harus disedekahkan kepada fakir miskin.

 

Kajian subuh ini pun diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jamaah tentang makna kurban, sehingga ibadah yang dijalankan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai tinggi di sisi Allah SWT. (AaN)

 

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram