Ribuan Butir Beras, Jutaan Doa! Paskas Sinjai Tebar Cinta untuk Penghafal Al-Qur'an
LAPPA-Setiap butir beras yang disalurkan bukan sekadar pelepas lapar, melainkan titipan cinta yang menjelma menjadi cahaya bagi para penghafal Al-Qur'an dan anak yatim. Dari Masjid Jami Nailul Ma'ram, lautan kebaikan kembali mengalir tanpa henti, menyapa 17 pondok pesantren di Kabupaten Sinjai.
Pasukan Amal Sholeh (Paskas) melalui Gerakan Infak Beras (GIB) Kabupaten Sinjai kembali menyalurkan bantuan beras kepada pondok pesantren di Kabupaten Sinjai, Sabtu (25/7/2026).
Pada GIB Seri 59 bulan Juli 2026 ini, bantuan diperuntukkan bagi anak yatim dan para penghafal Al-Qur'an yang tengah menuntut ilmu di 17 pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Sinjai.
Komandan Paskas Sinjai, Nasrullah, mengatakan bahwa penyaluran beras ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 25 setiap bulan dengan melibatkan pengurus dan jemaah Masjid Jami Nailul Ma'ram.
"Alhamdulillah, program ini terus berjalan berkat dukungan dan keikhlasan masyarakat yang senantiasa berbagi rezeki untuk anak-anak yatim dan para santri penghafal Al-Qur'an," ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan beras yang disalurkan berasal dari donasi masyarakat yang secara rutin berpartisipasi dalam program Gerakan Infak Beras. Program ini juga membuka kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi para santri dan anak yatim di pondok pesantren.
"Warga yang ingin berpartisipasi cukup mengisi formulir orang tua asuh dan menetapkan nominal sumbangan per bulan minimal Rp25 ribu atau sekitar Rp1.000 per hari. Donasi bisa ditransfer ataupun kami jemput langsung di rumah para donatur," jelas Nasrullah.
Menurutnya, dengan kontribusi yang sangat terjangkau tersebut, masyarakat telah menjadi bagian dari mata rantai kebaikan yang tak pernah putus. Sebab, setiap rupiah yang disedekahkan tak hanya menjadi butir-butir beras, tetapi juga menjelma menjadi penguat langkah para santri dalam menghafal Kalamullah dan menjemput cita-cita mereka.
Gerakan Infak Beras menjadi bukti bahwa dari Sinjai, kebaikan mampu tumbuh bagai mata air yang tak pernah kering. Sebab, ketika tangan-tangan yang memberi bertemu dengan tangan-tangan yang membutuhkan, lahirlah keberkahan yang mengenyangkan perut, menguatkan jiwa, dan semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat kelak. (AaN)
Diterbitkan Oleh