Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️ Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 24 Juli 2026 21 Kali Dibaca

Bermajelis Ilmu, Tak Pernah Rugi, Rahmat dan Ampunan Allah Menanti

Bermajelis Ilmu, Tak Pernah Rugi, Rahmat dan Ampunan Allah Menanti

LAPPA-Menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban bagi setiap muslim, tetapi juga menjadi jalan meraih kemuliaan di sisi Allah SWT. Bahkan, setiap langkah menuju majelis ilmu dijanjikan dipenuhi rahmat, ketenangan, hingga ampunan dosa.

 

Pesan itu disampaikan Ustadz Sulthan, S.Pd., M. Pd saat bertindak selaku khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Lappa, Jumat (24/7/2026).

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Sulthan mengingatkan bahwa salah satu ibadah yang sangat dimuliakan dalam Islam adalah menuntut ilmu. Menurutnya, kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut membentuk akhlak dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

 

Ia menjelaskan, orang alim memiliki sejumlah ciri yang patut diteladani. Di antaranya memiliki rasa takut kepada Allah (khasyyah), di mana semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin besar pula rasa takut dan hormatnya kepada Allah SWT.

 

Selain itu, orang alim juga senantiasa bersikap rendah hati (tawadhu), tidak sombong, tidak merendahkan orang lain, serta menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

 

"Ilmu yang dimiliki juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang diucapkan harus sejalan dengan perbuatan nyata, bukan hanya melarang orang lain berbuat salah sementara dirinya sendiri melakukannya," ujarnya.

 

Tak hanya itu, orang yang berilmu juga dituntut memiliki sifat lemah lembut, menyayangi sesama manusia, sabar dalam membimbing, serta tidak bersikap kasar kepada umat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Sulthan juga menjelaskan besarnya kemuliaan bagi orang-orang yang senantiasa menghadiri majelis ilmu dan duduk bersama orang-orang alim.

Menurutnya, Allah SWT akan menurunkan ketenangan (sakinah) dan rahmat-Nya kepada mereka yang berada di majelis ilmu. Selain itu, mereka juga dijaga dari perbuatan dosa dan maksiat selama berada dalam lingkungan yang dipenuhi kebaikan.

 

"Para malaikat membentangkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Bahkan, orang yang hadir dalam majelis ilmu akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT, termasuk mereka yang duduk di sekitarnya," ungkapnya.

 

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa memuliakan dan duduk bersama orang-orang alim merupakan kemuliaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Sebab, kedudukan orang yang memuliakan ulama diibaratkan seperti duduk bersama para nabi dalam kemuliaan yang Allah anugerahkan.

 

Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk senantiasa mencintai ilmu, memuliakan para ulama, serta meluangkan waktu menghadiri majelis-majelis ilmu sebagai bekal menuju kehidupan yang penuh keberkahan di dunia maupun akhirat. (AaN)
 

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram