Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏Alhamdulillah, Apresiasi yang tinggi atas pencapaian sukses dan lancar serta peningkatan hewan qurban tahun ini terhadap Pak Ketua Panitia dan Sekertaris, Bendahara serta seluruh jajaran Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, begitupula apresiasi yang tinggi terhadap Jamaah (Warga) dimanapun berada yang mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurbannya kepada Panitia Qurban Masjid Jami Nailul Maram, semoga kita semua dipanjangkan umur yang berkah oleh Allah SWT, sehingga kelak tahun depan kita semua dapat kembali berpartisipasi dalam hal tersebut, Salamakki Tafadasalama manekki Aamiin🤲🤲 🙏
Kembali ke Berita
Ramadan & Hari Besar Islam 27 Mei 2026 88 Kali Dibaca

Tangis Jemaah Pecah di Khutbah Iduladha Nailul Maram, Pesan tentang Ibu Bikin Haru

LAPPA, Suasana haru menyelimuti pelataran Masjid Jami Nailul Maram saat ribuan umat muslim menunaikan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). 

 

Di tengah lantunan takbir yang menggema, air mata sejumlah jemaah tak mampu dibendung ketika khatib mengisahkan tentang cinta, pengorbanan, dan ketulusan seorang ibu dalam khutbah yang menyentuh hati.

 

Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dengan Imam dan Khatib, Ustadz H. Encik Jamil Budiman, S.Ag., M.A. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam kembali merenungi makna besar Iduladha melalui dua peristiwa agung, yakni ibadah haji dan kurban.

 

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS bukan sekadar cerita klasik, melainkan kisah nyata penuh pelajaran yang relevan sepanjang zaman.

 

“Tiga figur utama ini adalah orang-orang hebat. Nabi Ibrahim diuji antara cintanya kepada Allah dan cintanya kepada anaknya. Namun kecintaan kepada Allah berada di atas segalanya,” ungkapnya di hadapan jemaah.

 

Ia menggambarkan betapa berat ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim ketika mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. 

 

Namun dengan keimanan dan ketundukan luar biasa, keduanya mampu melewati ujian tersebut dengan penuh keikhlasan.

 

Tak hanya itu, khutbah H. Encik juga menyinggung pengorbanan seorang ibu yang begitu besar bagi anak-anaknya. Pesan inilah yang membuat suasana semakin emosional.

 

“Bersyukurlah bagi yang masih memiliki ibu dan ayah. Sayangi mereka, muliakan mereka, jangan pernah membuat mereka sedih,” pesannya dengan suara bergetar.

 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari doa dan pengorbanan seorang ibu yang rela berjuang tanpa mengenal lelah demi masa depan anaknya.

 

“Satu-satunya harapan seorang ibu adalah melihat kehidupan anaknya lebih baik dari dirinya,” tuturnya.

 

Bagi jemaah yang orang tuanya telah wafat, H. Encik mengingatkan agar tidak melupakan doa untuk mereka, termasuk menjaga silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua sebagai bentuk penghormatan dan bakti yang tidak pernah putus.

 

Khutbah yang sarat makna itu membuat sebagian jemaah tampak menundukkan kepala sambil mengusap air mata. 

 

Nuansa Iduladha di Masjid Jami Nailul Maram pun terasa bukan hanya sebagai momentum ibadah kurban, tetapi juga pengingat tentang arti cinta, pengorbanan, dan bakti kepada orang tua. (AaN)

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram