Dilanda Kesulitan? Khatib Jumat Ingatkan: Jangan Cari Dukun, Mantapkan Doa kepada Allah
SINJAI — Musim kemarau yang memicu kekeringan, gagal panen hingga kebakaran hutan bukan sekadar persoalan alam yang harus dihadapi dengan keluhan. Di balik berbagai kesulitan tersebut, ada ujian keimanan yang mengingatkan manusia untuk kembali memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Abdul Kholiq, S.Pd.I., M.Pd.I., saat bertindak sebagai khatib Salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (11/9/2026).
Dalam khutbahnya, Ustadz Abdul Kholiq mengajak jamaah untuk melihat berbagai persoalan yang terjadi saat ini dengan kacamata keimanan.
Menurutnya, kondisi seperti musim kemarau yang berkepanjangan, gagal panen, kebakaran hutan, serta berbagai kesulitan lainnya merupakan bagian dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
Ia menekankan bahwa ujian tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menyaring siapa yang benar-benar ikhlas dalam beramal dan siapa yang sungguh-sungguh mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
“Ini adalah ujian untuk memfilter siapa yang betul-betul menjadi orang yang ikhlas dalam amalannya dan paling benar dalam mengikuti Rasulullah,” pesannya dalam khutbah.
Lantas, bagaimana seorang Muslim seharusnya menyikapi kesulitan dan ujian yang datang?
Ustadz Abdul Kholiq menyampaikan setidaknya tiga sikap yang perlu dijaga. Pertama, tetap bersyukur atas nikmat Allah dan bersabar menghadapi ujian.
Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diperlukan ketika mendapatkan kemudahan, tetapi juga harus tetap hadir ketika kehidupan sedang berada dalam kondisi sulit. Begitu pula dengan kesabaran yang menjadi kekuatan seorang mukmin dalam menghadapi berbagai cobaan.
Kedua, senantiasa mengistiqamahkan kebaikan dan keimanan kepada Allah SWT. Ujian kehidupan, kata dia, jangan sampai membuat seseorang justru menjauh dari Allah. Sebaliknya, kesulitan harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat iman, memperbanyak amal kebaikan dan menjaga konsistensi dalam menjalankan perintah-Nya.
Ketiga, memaksimalkan doa kepada Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak doa, terutama dalam setiap sujud, salat malam, maupun di setiap waktu dan kesempatan.
Menurutnya, ketika menghadapi kesulitan hidup, seorang Muslim tidak seharusnya mencari jalan keluar dengan mendatangi dukun atau pawang. Sebaliknya, kesulitan harus menjadi momentum untuk semakin memantapkan doa dan tawakal kepada Allah SWT.
“Ketika mendapat kesulitan dalam kehidupan, bukan pergi ke dukun atau pawang, tetapi memantapkan doa kepada Allah SWT sebagai jawaban keimanan kita,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan jamaah bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Kesulitan bukan alasan untuk kehilangan harapan, melainkan kesempatan bagi seorang hamba untuk menunjukkan kesabaran, keikhlasan, memperbaiki amal serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya memandang fenomena kemarau dan berbagai persoalan yang menyertainya sebagai tantangan kehidupan, tetapi juga sebagai pengingat agar senantiasa bersyukur, bersabar, istiqamah dalam kebaikan dan menggantungkan segala harapan hanya kepada Allah SWT. (AaN)
Diterbitkan Oleh