Lomba 17-an di Nailul Maram Meriah, Tawa Anak-anak Pecah di Pekarangan Masjid
SINJAI — Pekarangan Masjid Jami Nailul Maram mendadak berubah menjadi arena penuh keceriaan. Tawa, sorak-sorai, dan semangat anak-anak mewarnai suasana saat Pengurus Masjid Jami Nailul Maram menggelar berbagai lomba Semarak Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berdomisili di sekitar masjid ini berlangsung meriah dan penuh kehebohan. Sejumlah perlombaan tradisional yang sarat keseruan digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, lari kelereng, hingga memasukkan pulpen ke dalam botol.
Sejak perlombaan dimulai, suasana pekarangan masjid sontak riuh. Anak-anak berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya, sementara para penonton tak henti memberikan dukungan dan sorakan yang semakin menambah semarak suasana.
Uniknya, nuansa kemerdekaan semakin terasa karena mayoritas peserta tampil mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Mereka terlihat begitu antusias, ceria, dan penuh percaya diri meski harus berjibaku dalam setiap tantangan lomba.
Pada lomba makan kerupuk, misalnya, para peserta harus mengandalkan kecepatan dan ketangkasan untuk menghabiskan kerupuk yang tergantung. Sementara dalam lari kelereng, konsentrasi menjadi kunci agar kelereng tidak jatuh sebelum mencapai garis finis.
Tak kalah seru, lomba memasukkan pulpen ke dalam botol juga sukses mengundang gelak tawa. Para peserta harus mengandalkan keseimbangan dan ketepatan gerak untuk menaklukkan tantangan sederhana namun cukup menguras konsentrasi tersebut.
Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk bermain, bersilaturahmi, menumbuhkan keberanian, sekaligus mengenalkan semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semangat merah putih pun seolah membakar seluruh penjuru pekarangan Masjid Jami Nailul Maram. Keceriaan anak-anak menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 RI, membuktikan bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan dengan sederhana, penuh kebersamaan, dan sarat kegembiraan. (AaN)
Diterbitkan Oleh