Orang Tua Masih Hidup, Jangan Sia-siakan Tiket Menuju Surga
SINJAI – Jangan sampai usia panjang, amal yang banyak, dan kesuksesan dunia justru berakhir sia-sia karena manusia menempatkan sesuatu di atas Allah SWT.
Pesan keras tentang bahaya syirik menjadi salah satu pokok nasihat yang disampaikan Ustadz Abdul Jalil, Lc dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Jumat (28/8/2026).
Ustadz Abdul Jalil yang juga merupakan Pembina Pondok Pesantren Syiar Islam mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kemurnian tauhid dan tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa syirik merupakan dosa yang sangat berat. Menyembah atau mempersekutukan Allah SWT dengan selain-Nya merupakan perbuatan yang tidak boleh dianggap remeh oleh setiap Muslim.
Karena itu, jamaah diajak untuk terus memperkuat keimanan dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat menyembah, bergantung, dan memohon pertolongan.
Selain mengingatkan tentang bahaya syirik, Abdul Djalil juga mengajak jamaah untuk tidak pernah melupakan jasa dan pengorbanan kedua orang tua.
Ia menggambarkan panjangnya perjuangan seorang ibu sejak mengandung, melahirkan, hingga merawat dan membesarkan anak dengan penuh kasih sayang. Semua itu dilakukan tanpa mengharapkan imbalan dari anak ketika kelak telah sukses.
“Tidak ada orang tua yang meminta imbalan kepada anaknya setelah anak tersebut berhasil,” menjadi pesan penting yang ditekankan dalam khutbah tersebut.
Menurutnya, jasa orang tua begitu besar dan tidak akan mampu dibalas sepenuhnya oleh seorang anak. Karena itu, berbuat baik kepada orang tua merupakan kewajiban yang harus terus dijaga, termasuk dengan mendoakan mereka.
Jamaah juga diajak untuk bersyukur jika masih diberikan kesempatan memiliki kedua orang tua yang masih hidup.
Keberadaan orang tua, kata dia, merupakan kesempatan berharga bagi seorang anak untuk meraih keberkahan dan menjadi jalan menuju surga. Kesempatan tersebut jangan sampai disia-siakan hanya karena kesibukan, pekerjaan, harta, maupun urusan dunia lainnya.
Betapa meruginya seseorang ketika orang tuanya masih hidup, tetapi kesempatan berbuat baik kepada keduanya justru dilewatkan.
Khutbah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kesalehan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga melalui ketulusan dalam menghormati, menyayangi, melayani, dan mendoakan kedua orang tua.
Dua pesan besar pun mengemuka dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram kali ini: jaga kemurnian tauhid dan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan berbakti kepada orang tua. (AaN)
Diterbitkan Oleh