Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️ Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 10 Juli 2026 37 Kali Dibaca

Salat adalah Cahaya, Khatib Ingatkan Jangan Pernah Meninggalkannya

Salat adalah Cahaya, Khatib Ingatkan Jangan Pernah Meninggalkannya

Salat bukan sekadar kewajiban harian, tetapi menjadi penentu keselamatan seorang hamba di akhirat. Pesan itulah yang mengemuka dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Kelurahan Lappa, Kabupaten Sinjai, Jumat (10/7/2026).

 

Bertindak sebagai khatib, Ketua DPD Wahda Islamiyah Kabupaten Sinjai, Ustadz Muhammad Saleh Kurdi, Lc., mengajak jamaah untuk semakin menjaga salat lima waktu.

 

Menurutnya, salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena merupakan satu-satunya syariat yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT di Sidratul Muntaha tanpa perantara Malaikat Jibril.

 

Dalam khutbahnya dijelaskan bahwa pada awalnya Allah SWT mewajibkan salat sebanyak 50 kali sehari. Namun, atas saran Nabi Musa AS ketika Rasulullah SAW melewati langit keenam, beliau berulang kali memohon keringanan kepada Allah hingga akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu dalam sehari semalam, dengan pahala yang tetap setara 50 kali salat.

 

Ustadz Muhammad Saleh Kurdi menegaskan bahwa salat lima waktu merupakan kewajiban mutlak yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Baik saat sehat, sakit, maupun ketika sedang dalam perjalanan, seorang muslim tetap memiliki kewajiban untuk melaksanakan salat sesuai dengan ketentuan syariat.

 

Ia juga mengingatkan jamaah tentang hadis riwayat Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah salat. Apabila salat seseorang baik, maka ia akan memperoleh keberuntungan dan keselamatan. Sebaliknya, jika salatnya rusak, maka ia termasuk orang yang merugi.

 

Selain menjadi amal pertama yang dihisab, salat juga merupakan cahaya bagi kehidupan seorang muslim. Mengutip hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Dan salat adalah nur (cahaya)." Cahaya tersebut menjadi petunjuk bagi hati di dunia, mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar, serta menjadi penerang dan penyelamat saat melintasi jembatan sirath pada hari kiamat.

 

Di akhir khutbahnya, Ustadz Muhammad Saleh Kurdi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak sujud kepada Allah SWT. 

Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa memperbanyak sujud merupakan salah satu jalan untuk meraih derajat surga yang tinggi dan memperoleh kesempatan berkumpul bersama Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. (AaN)

 

Bagikan Artikel : WhatsApp
E

Diterbitkan Oleh

Editor