Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️ Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 07 Agustus 2026 47 Kali Dibaca

Ustadz Bustar Ingatkan 3 Doa Penting Rasulullah

Ustadz Bustar  Ingatkan 3 Doa Penting Rasulullah

SINJAI — Hidup bukan sekadar mengejar banyaknya harta, tetapi bagaimana setiap langkah dipenuhi ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, serta amal ibadah yang diterima Allah SWT.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Jumat (7/8/2026). Bertindak sebagai khatib, Ustadz Bustar, Lc mengajak para jamaah untuk kembali meneladani Rasulullah Muhammad SAW, khususnya dalam memanjatkan doa dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Bustar menyampaikan tiga hal penting yang menjadi bagian dari doa Rasulullah SAW kepada Allah SWT.

 

Pertama, memohon ilmu yang bermanfaat. Menurutnya, ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan ilmu, seseorang dapat mempelajari ajaran Islam dengan benar, membedakan antara yang hak dan batil, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Dengan ilmu kita bisa mempelajari Islam. Ilmu juga yang mengantarkan kita menuju surga,” pesan Ustadz Bustar dalam khutbahnya.

 

Kedua, memohon rezeki yang baik. Ustadz Bustar mengingatkan jamaah bahwa rezeki tidak selalu identik dengan harta, uang, atau kekayaan.

 

Rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas. Kesehatan, keimanan, ketenangan hati, keluarga, kesempatan beribadah hingga berbagai kenikmatan yang dirasakan setiap hari merupakan bagian dari rezeki yang patut disyukuri.

 

Karena itu, umat Islam diajak untuk tidak hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi juga memastikan rezeki tersebut baik dan membawa keberkahan dalam kehidupan.

 

Ketiga, memohon agar amal ibadah diterima Allah SWT. Ia menegaskan bahwa banyaknya amal belum tentu menjadi jaminan diterima di sisi Allah. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yakni keikhlasan dan kesesuaian dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

 

Amal yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT serta mengikuti tuntunan Rasulullah menjadi bagian penting dalam upaya meraih penerimaan Allah SWT.

 

Di akhir khutbahnya, Ustadz Bustar mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah dan mencontoh akhlak serta tuntunan beliau.

 

Khutbah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kehidupan seorang Muslim seyogianya tidak hanya berorientasi pada pencapaian dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat. (AaN)

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram