Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai • Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️ • Selamat datang di website resmi Masjid Jami Nailul Maram Kabupaten Sinjai • Sebagian orang tidak setia padamu. Mereka setia pada kebutuhannya akan dirimu. Begitu kebutuhan mereka berubah, kesetiaannya pun berubah.❤️ •
Kembali ke Berita
Dakwah dan Kajian 16 Oktober 2026 135 Kali Dibaca

Kemarau Panjang Jadi Pengingat, Ustadz Mustaming Ungkap Kebesaran Allah Lewat Hujan

Kemarau Panjang Jadi Pengingat, Ustadz Mustaming Ungkap Kebesaran Allah Lewat Hujan

SINJAI – Kemarau panjang yang membuat tanah mengering dan sumber air mulai berkurang menjadi pengingat bagi umat manusia akan besarnya nikmat air dan kekuasaan Allah SWT. Di tengah kondisi tersebut, umat Islam diajak memperkuat keimanan, memperbanyak istigfar, serta memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.

 

Pesan itu disampaikan Ustadz Mustaming Pabolloi, S.Pd.I., S.Sos., saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (16/10/2026), bertepatan dengan 5 Jumadilawal 1448 Hijriah.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Mustaming mengajak jamaah menjadikan kemarau panjang sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Menurutnya, ketika hujan tak kunjung turun, manusia baru benar-benar merasakan betapa berharganya air yang selama ini sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

 

Padahal, air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Kekeringan yang terjadi menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan rahmat Allah SWT.

 

Karena itu, jamaah diajak memperbanyak istigfar dan bertobat dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar mengucapkannya di lisan, tetapi juga disertai upaya memperbaiki akhlak, meninggalkan perbuatan dosa, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

 

Lebih lanjut, Ustadz Mustaming menjelaskan bahwa turunnya hujan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang patut direnungkan.

 

Ia mengangkat Surah Ar-Rum ayat 48 yang menjelaskan bagaimana Allah mengirimkan angin, menggerakkan awan, dan menurunkan hujan dari celah-celahnya.

 

Fenomena tersebut menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta. Hujan yang membasahi tanah kering bukan hanya menghadirkan kesejukan, tetapi juga menghidupkan tanaman, mengisi sumber air, dan memberikan harapan bagi para petani.

 

Karena itu, umat Islam diingatkan agar tidak berputus asa ketika hujan belum turun. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus berdoa, berikhtiar, dan bersabar.

 

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menganggap kemarau sebagai hukuman Allah kepada kelompok atau daerah tertentu. Kemarau dapat terjadi akibat faktor alam dan iklim, sementara bagi manusia, kondisi tersebut dapat menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk memperbaiki diri.

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Mustaming menegaskan bahwa upaya menghadapi kemarau panjang tidak cukup hanya dengan berdoa. Umat juga perlu melakukan ikhtiar nyata, termasuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, melindungi pepohonan, dan mencegah pencemaran lingkungan.

 

Menurutnya, Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama serta seluruh makhluk hidup.

 

Sebagai bagian dari ikhtiar spiritual, masyarakat juga dapat mempertimbangkan pelaksanaan salat Istisqa, yakni salat sunah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

 

Menutup khutbahnya, Ustadz Mustaming mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, bersabar ketika menghadapi ujian, dan tidak pernah kehilangan harapan terhadap rahmat-Nya.

 

Ia berharap hujan yang bermanfaat segera turun, menyuburkan tanah, mengisi sumber-sumber air, membantu para petani, serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

 

Khutbah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemarau panjang, umat Islam perlu memadukan doa, istigfar, ikhtiar, rasa syukur, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.

Bagikan Artikel : WhatsApp
T

Diterbitkan Oleh

Tim Website Nailul Maram