Tiga Amalan Ini Jadi Bekal Berharga hingga Akhirat
SINJAI – Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Bagi seorang Muslim, ada amalan-amalan istimewa yang pahalanya tetap mengalir meskipun jasad telah terkubur dan kehidupan dunia telah berakhir.
Pesan penuh makna tersebut disampaikan Ustaz Munawwirul Alma Arif, S.Ag., saat bertindak sebagai khatib salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (9/10/2026), bertepatan dengan 28 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jemaah tentang tiga amalan yang pahalanya tidak terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Ustaz Munawwirul Alma Arif menjelaskan, sedekah jariyah merupakan salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan orang lain.
Menurutnya, bersedekah bukan hanya kewajiban moral bagi orang yang memiliki harta berlebih. Setiap Muslim yang beriman dianjurkan untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Berbagi tidak semestinya membuat seseorang takut kehilangan hartanya. Sebaliknya, sedekah menjadi jalan untuk menanam kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh sesama," jelasnya.
Amalan kedua adalah ilmu yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ilmu yang baik, kata dia, adalah ilmu yang tidak bertentangan dengan ajaran agama serta mampu membimbing seseorang untuk memiliki akhlak mulia.
Ilmu tersebut tidak hanya menjadi bekal bagi orang yang mempelajarinya, tetapi juga dapat menjadi sumber kebaikan ketika diajarkan dan diamalkan sehingga memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, umat Islam didorong untuk terus belajar, mengamalkan ilmu, serta membagikannya demi kebaikan bersama.
Amalan ketiga adalah mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah.
Menurutnya, pendidikan anak bukan semata-mata tentang keberhasilan akademik atau pencapaian duniawi. Lebih dari itu, orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai agama, membentuk akhlak, dan membimbing anak agar senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT.
"Anak yang saleh dan salehah diharapkan menjadi sumber kebaikan bagi keluarga, termasuk dengan mendoakan kedua orang tuanya," ucapnya.
Upaya mendidik anak dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia pun menjadi salah satu investasi berharga bagi kehidupan akhirat.
Di akhir khutbahnya, Ustaz Munawwirul Alma Arif menegaskan bahwa keselamatan manusia di akhirat tidak terlepas dari rahmat Allah SWT.
Karena itu, ia mengajak jemaah untuk memanfaatkan waktu yang diberikan Allah dengan memperbanyak ibadah, melakukan amal kebaikan, serta meningkatkan kualitas penghambaan kepada-Nya.
Menurutnya, kesempatan hidup di dunia hendaknya tidak disia-siakan. Setiap waktu merupakan peluang untuk menanam kebaikan yang kelak menjadi bekal ketika menghadap Allah SWT.
Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram berlangsung khidmat. Khutbah tersebut menjadi pengingat bagi jemaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi bekal berharga untuk kehidupan akhirat.
Diterbitkan Oleh