Ngeri! Ustaz Kaharuddin Nawir Ungkap Dahsyatnya Siksaan Neraka
SINJAI – Selagi masih diberi kesempatan hidup, jangan menunda-nunda amal ibadah. Sebab, kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat menjadi tempat pertanggungjawaban atas setiap perbuatan manusia.
Pesan penuh peringatan itu disampaikan Ustaz Kaharuddin Nawir saat bertindak sebagai khatib dalam salat Jumat di Masjid Jami Nailul Maram, Jumat (23/10/2026), bertepatan dengan 12 Jumadil Awal 1448 Hijriah.
Dalam khutbahnya, Ustaz Kaharuddin mengingatkan jamaah tentang dahsyatnya siksaan neraka Jahanam bagi manusia yang tidak taat kepada Allah SWT. Ia menggambarkan neraka sebagai seburuk-buruknya tempat, tanpa ketenangan, kenyamanan, maupun tempat untuk berlindung dari azab Allah.
Menurutnya, gambaran tentang beratnya siksaan di neraka seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan selama masih hidup di dunia.
Ia juga menyampaikan gambaran dahsyatnya azab neraka, termasuk riwayat tentang 70 ribu tali yang masing-masing ditarik oleh 70 ribu malaikat, sebagai peringatan agar manusia tidak meremehkan ancaman siksa akhirat.
Ustaz Kaharuddin turut mengingatkan bahwa ketika manusia dibangkitkan pada hari akhir, setiap orang akan menghadapi pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Tidak ada yang dapat mengandalkan orang lain untuk menyelamatkan dirinya tanpa izin Allah SWT.
Karena itu, ia mengajak jamaah agar tidak menunggu datangnya penyesalan di akhirat. Kesempatan hidup yang diberikan Allah hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, berbuat kebaikan, menjauhi larangan-Nya, serta senantiasa memohon ampunan.
“Jangan sampai kita menyesal ketika sudah berada di akhirat. Selagi masih diberi kehidupan, mari perbanyak amal ibadah agar terhindar dari siksaan api neraka,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Khutbah Jumat itu menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal. Setiap kesempatan untuk beribadah dan berbuat baik merupakan bekal menuju kehidupan akhirat.
Melalui pesan tersebut, jamaah diajak menjadikan peringatan tentang neraka bukan sekadar bahan renungan, tetapi juga dorongan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan memperbaiki amal sebelum kesempatan hidup berakhir.
Diterbitkan Oleh